TURKEY

Apa yang menarik dari Turkey

TURKI salah satu destinasi memikat para wisatawan, tak terkecuali asal Indonesia. Banyak aspek yang menjadikan Turki sebagai tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi para travelers.

1. Banyak menyimpan sejarah

Di luar dari ibu kota Istanbul sendiri, masih banyak sejumlah wilayah yang layak untuk rencana perjalanan Anda. Salah satunya adalah kota Bodrum, sebuah kota pelabuhan di Provinsi Muğla, barat daya Turki, di pintu masuk Teluk Gökova.

Berjarak sembilan jam berkendara melintasi negara dari Istanbul. semenanjung ini mengalahkan St. Tropez sebagai tempat di antara beberapa orang paling cantik di dunia. Dalam perjalanan tersebut Anda akan menemukan banyak artefak dan arsitektur kuno di sepanjang jalan.

2. Hotel mewahnya jadi destinasi kelas dunia

Turki adalah tempat khusus untuk arsitekturnya, sejarah yang kaya, tempat liburan mewah, rute jelajah, wahana balon udara, makanan yang tak terlupakan, pemandangan seni dan budaya, serta hotel menakjubkan

Dengan pariwisata yang berkembang pesat di sana, membuat sejumlah hotel bermunculan dalam beberapa tahun terakhir. Fasilitas yang ditawar pun juga beragam, sesuai dengan kotanya masing-masing. Hotel-hotel tersebut juga akan banyak Anda temukan dekat dengan destinasi wisata tujuan Anda.

3. Kaya seni dan budaya

Sepanjang tahunnya di Istanbul sendiri terdapat sebuah Festival Seni dan Budaya Internasional Istanbul (IST), yang merupakan salah satu pertemuan formal untuk pameran seni gratis dan percakapan seputar budaya, sastra, dan arsitektur kota yang terus berubah.

Sejarah Cappadocia
Kini Cappadocia ada di mana telah diketahui. Lalu bagaimana awal mula nama Cappadocia muncul? Melansir dari Cappadocia4u, Cappadocia berasal dari bahasa Persia ‘Kappa Tuchia’ atau diartikan sebagai The Land of Beautiful Horses, negeri dengan kuda-kuda yang indah. Kawasan Cappadocia menawarkan pemandangan yang luar biasa, keindahan alam dengan cerobong peri dan rumah batu, lembah yang indah, bukit bulan yang indah, dan sederet tempat wisata menarik lainnya.

Sejarah Cappadocia bermula sejak abad ke 6 sebelum Masehi. Saat itu, bangsawan feodal Cappadocia didominasi oleh orang-orang Persia dan penganut ajaran Zoroaster. Cappadocia hanyalah daerah yang tak berkembang ditambah dengan medannya yang terjal dan hasil pertaniannya yang sederhana. Pada Tahun 322 SM, Alexander Agung yang berasal dari Kekaisaran Makedonia sempat menguasai Cappadocia di bawah pasukan jenderal Perdiccas. Pasca kematian Alexander, terjadi perebutan kekuasaan hingga Cappadocia jatuh ke tangan dinasti Seleukus. Meski begitu, orang-orang Persia tetap berpengaruh, termasuk dalam urusan praktik keagamaan.

Cappadocia berada di bawah kekuasaan Romawi cukup lama. Kawasan ini jadi tempat penting bagi penyebaran agama Kristen. Posisi Cappadocia yang berada di sisi timur Kekaisaran Bizantium membuatnya mudah diserang. Pada tahun 500an, kelompok suku menyerang wilayah tersebut hingga mendorong dibangunnya benteng kokoh. Pada tahun 611 SM, serangan oleh tentara Sāsānian menghancurkan ibu kota Cappadocia, Kaisarea (Kayseri modern). Berlanjut pada tahun 700an, bangsa Arab menyerang Cappadocia hingga tahun 1.000an. Lantaran kerap kali diserang, dibangunlah kompleks besar gua dan terowongan buatan di Cappadocia sebagai tempat perlindungan kala itu. Pada abad ke 10 hingga 11, Cappadocia jadi kawasan yang makmur. Pembangunan gereja dan biara batu berlangsung masif. Saat itu, gereja dibangun dengan dekorasi mewah. Pada pertempuran Manzikert tahun 1071, Kekaisaran Bizantium kehilangan kendali atas kawasan Cappadocia akibat kalah dari Kekaisaran Turki Seljuk.

Untuk informasi Destinasi selengkapnya bersama Travel Toko bisa hubungi kami